Dari MilisPada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai,
baik secara halus maupun terang-terangan (minta dibantu). Ada beberapa
cara untuk menghadapinya.
Menolak Berdamai dengan Dasar Hukum
Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form merah.
- Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim).
- Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.
- Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat
- Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang
dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta
keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14
Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN
(Pengadilan Negeri) bersangkutan.
- Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
- Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa
sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir
merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda0.
- H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke
pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing
Menghadiri Sidang
banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:
- Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan
banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak
memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang
ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan
ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi
dan marah.
- Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir
kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada
petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg
banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata
"ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong,
mereka menggangu saja.
- Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini
calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "ibu
tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
- Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang.
Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan
memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan
kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang
ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
- Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk
mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan
percaya.
- Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
- Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari
berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat
menemukan berkas yang dicari.
- Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada
anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang
tepat.
- Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat
- Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.
Tidak Menghadiri Sidang
- Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang
yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak
disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya
kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan
banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
- Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil
SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya
tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang
ada di masing-masing PN.
- Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
- Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan
oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan
naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp
600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal
akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
- Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja
:
- Jangan takut kalau kena tilang.
- Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
- Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta.
- Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM di kantor, sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana.
- Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
- Mengenai sidang:
- Jangan takut ikut sidang tilang.
- (sidangnya sendiri non-existance)
- Pengadilan itu malah lucu
- Beli makan di pengadilan mahal
- Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut dengan mereka
- Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal
- Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan
- Bayar denda sesuai tarif resmi.
- Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas.
- Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena "sidangnya sudah
selesai" biasanya akan mendapat "tawaran bantuan" dari pegawai di sana,
yang katanya "bisa membantu menyelesaikan". Padahal sebenernya kita
bisa menyelesaikan sendiri
Menolak Berdamai dengan Nepotisme
- Saat tawaran damai muncul, tanyakan kepada Polisi yang bersangkutan nomor NPM-nya.
- Cermati juga seragam polisi bersangkutan, karena untuk badge "SABHARA", tidak semestinya bertugas dilapangan.
- Dan katakan anda akan mengurusnya sendiri ke pengadilan.
 Namun di balik itu semua masih amat banyak Polisi-Polisi Hebat yang sangat berdedikasi terhadap tugas-tugasnya, sejatinya walaupun beliau-beliau ini adalah pengayom dan pelindung masyarakat, mereka juga manusia biasa dengan tugas luar biasa, gak ada salahnya greet mereka dengan senyum, karena ilmu bela diri tertinggi adalah SENYUM.
 | Hahaha..., fotonya bagus banget... dapet darimana tuh? |
| P.S.:... kalau ada polisi bilang... "Saya tilang ya..." (dengan hint mau damai)... kalau aku siy langsung aja... "Tilang aja, Pak..."
Heheheh |
 | well, asal surat2 lengkap dan kita hati2, jangan takut deh ma polisi atau keparat lain . . .
eh maksudku aparat gyahahhahaaha |
 | ratnaz wrote on Apr 16, '07, edited on Apr 16, '07 Hahaha..., fotonya bagus banget... dapet darimana tuh?  Pak Pol Endut menilang Vespa Kuyus he he he...dari Om Google he he he....^^ |
 | ratnaz wrote on Apr 16, '07, edited on Apr 16, '07 P.S.:... kalau ada polisi bilang... "Saya tilang ya..." (dengan hint mau damai)... kalau aku siy langsung aja... "Tilang aja, Pak..."  Ha ha ha...nice !!...kebayang deh klu polisinya mo ambil kesempatan, langsung kecut he he he.., tilang ?!...siapa takut ! ^_^ |
 | ratnaz wrote on Apr 16, '07, edited on Apr 16, '07 well, asal surat2 lengkap dan kita hati2, jangan takut deh ma polisi atau keparat lain . . .
eh maksudku aparat gyahahhahaaha  ha ha ha....guwe pernah ditilang polisi gak ditanyain surat tuh, padahal emang lgi gak bawa, cuman pas mo diminta 25k, guwe bilang gak punya, guwe kasih 5k, lolos tuh he he he...^_^ |
 | temen gw ngasih 3 rebu, campur receh sampai di geledah, akhirnya di lepas, gyahahhaha
**polisi suka bego (baca: ga cerdas), pagi2 nganter maknya ke pasar kan jelas ga bawa uang banyak** |
 | kayanya kalo kita lebih galak, banyak yang ngeper ya polisi, apalagi yang cuma 2-3 orang nyetopnya. makin rame makin menang kita, gyahahhaha |
 | badge SABHARA tuh maksudnya apa ya? |
 | ratnaz wrote on Apr 17, '07, edited on Apr 17, '07 badge SABHARA tuh maksudnya apa ya?  yaaa...maksudnya badge yang tulisannya 'SABHARA', artinya itu untuk petugas yang tugasnya hanya jaga di Pos Polisi, bukan Polisi Lalin, kadang-kadang Polisi Sabhara suka ikut-ikutan nilang.. |
 | sabhara = satuan bhayangkara, kaya reservenya polisi, tugasnya membantu unit lain menjalankan tugas. kerjanya lari2 tiap pagi gyahahahhaha |
 | ratnaz wrote on Apr 17, '07, edited on Apr 17, '07 sabhara = satuan bhayangkara, kaya reservenya polisi, tugasnya membantu unit lain menjalankan tugas. kerjanya lari2 tiap pagi gyahahahhaha  eh t'nyata ada yang lebih tau whe he he..., thank's yaa..^_^ |
 | gyahahha, ur welcome
gw sebel polisi, tapi saudara banyak yang jadi polisi, duh. kayanya emang salah satu pekerjaan yang menjanjikan, sampai dibelain ngutang buat masuk
|
 | nice posting , infonya lumayan buat gue yang baru belajar turun ke jalan. thanks ya... |
 | well, polisis juga cukup susah hidupnya, kecuali yang pangkat rada tinggi, yang baru gajinya jauh dari cukup, paling diatas umr dikit, padahal segalanya di itung dengan uang, jadi mau ga mau mereka harus ikutan membusuk di lembaga itu. gw ga suka polisi karena mereka sucks, tapi gw ga bisa mungkir kalo itu karena tuntutan sekitar.
let just be fair, kalo sekitar kita gila, kita yang waras kan malah di anggap gila toh? |
 | iya memang seharusnya kita melakukan apa seperti yang kamu bilang,tapi prakteknya dilapangan akan sangat berbeda,karena beberapa alasan antara lain seseorang malas meluangkan waktu ke kantor polisi atau ke PN karena banyaknya kesibukan,kedua sebagian orang malas berurusan dengan polisi berlama-lama dikarena kan sebagian sikap polisi cenderung mencari keuntungan,dan mungkin masih banyak yang lain, semoga semakin banyak orang yang memperhatikan hal ini seperti kamu....karena saya juga sering memperhatikan polisi sedang menilang orang yang kadang orang tersebut dalam kesulitan seperti mau kerumah sakit yang karena tergesa2 tidak sempat memperhitungkan kelengkapan kendaraan. |
| |