Blog EntryTips Tilang n' Serba-SerbinyaApr 16, '07 3:12 AM
for everyone
Dari Milis

Pada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai, baik secara halus maupun terang-terangan (minta dibantu). Ada beberapa cara untuk menghadapinya.

Menolak Berdamai dengan Dasar Hukum

Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form merah.

  1. Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim).
    • Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.
    • Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat
  2. Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
    • Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
    • Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda0.
    • H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing

Menghadiri Sidang

banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

  1. Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
  2. Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong, mereka menggangu saja.
  3. Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "ibu tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
  4. Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  5. Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
    1. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
    2. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
    3. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
  6. Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat
  7. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.

Tidak Menghadiri Sidang

  1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
  2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
  3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
  5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja

:

  1. Jangan takut kalau kena tilang.
  2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
  3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta.
  4. Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM di kantor, sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana.
  5. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
  6. Mengenai sidang:
    • Jangan takut ikut sidang tilang.
      • (sidangnya sendiri non-existance)
      • Pengadilan itu malah lucu
      • Beli makan di pengadilan mahal
      • Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut dengan mereka
    • Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal
  7. Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan
  8. Bayar denda sesuai tarif resmi.
  9. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas.
  10. Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena "sidangnya sudah selesai" biasanya akan mendapat "tawaran bantuan" dari pegawai di sana, yang katanya "bisa membantu menyelesaikan". Padahal sebenernya kita bisa menyelesaikan sendiri

Menolak Berdamai dengan Nepotisme

  • Saat tawaran damai muncul, tanyakan kepada Polisi yang bersangkutan nomor NPM-nya.
  • Cermati juga seragam polisi bersangkutan, karena untuk badge "SABHARA", tidak semestinya bertugas dilapangan.
  • Dan katakan anda akan mengurusnya sendiri ke pengadilan.

Namun di balik itu semua masih amat banyak Polisi-Polisi Hebat yang sangat berdedikasi terhadap tugas-tugasnya, sejatinya walaupun beliau-beliau ini adalah pengayom dan pelindung masyarakat, mereka juga manusia biasa dengan tugas luar biasa, gak ada salahnya greet mereka dengan senyum, karena ilmu bela diri tertinggi adalah SENYUM.



23 CommentsChronological   Reverse   Threaded
awdrey wrote on Apr 16, '07
Hahaha..., fotonya bagus banget... dapet darimana tuh?
funkybuddha wrote on Apr 16, '07
Bagus... idealismenya...
funkybuddha wrote on Apr 16, '07
P.S.:... kalau ada polisi bilang... "Saya tilang ya..." (dengan hint mau damai)... kalau aku siy langsung aja... "Tilang aja, Pak..."

Heheheh
segokepel wrote on Apr 16, '07
well, asal surat2 lengkap dan kita hati2, jangan takut deh ma polisi atau keparat lain . . .


eh maksudku aparat
gyahahhahaaha
ratnaz wrote on Apr 16, '07, edited on Apr 16, '07
awdrey said
Hahaha..., fotonya bagus banget... dapet darimana tuh?
Pak Pol Endut menilang Vespa Kuyus he he he...dari Om Google he he he....^^
ratnaz wrote on Apr 16, '07, edited on Apr 16, '07
P.S.:... kalau ada polisi bilang... "Saya tilang ya..." (dengan hint mau damai)... kalau aku siy langsung aja... "Tilang aja, Pak..."
Ha ha ha...nice !!...kebayang deh klu polisinya mo ambil kesempatan, langsung kecut he he he.., tilang ?!...siapa takut ! ^_^
ratnaz wrote on Apr 16, '07, edited on Apr 16, '07
well, asal surat2 lengkap dan kita hati2, jangan takut deh ma polisi atau keparat lain . . .


eh maksudku aparat
gyahahhahaaha
ha ha ha....guwe pernah ditilang polisi gak ditanyain surat tuh, padahal emang lgi gak bawa, cuman pas mo diminta 25k, guwe bilang gak punya, guwe kasih 5k, lolos tuh he he he...^_^
segokepel wrote on Apr 16, '07
temen gw ngasih 3 rebu, campur receh sampai di geledah, akhirnya di lepas, gyahahhaha

**polisi suka bego (baca: ga cerdas), pagi2 nganter maknya ke pasar kan jelas ga bawa uang banyak**
ratnaz wrote on Apr 17, '07
temen gw ngasih 3 rebu, campur receh sampai di geledah, akhirnya di lepas, gyahahhaha
ha ha...guwe jugak pernah pas naik motor ditilang, nunjukkinnya SIM Mobil, eh..die gak sadar, pas diliat badge-nya SABHARA, gantian guwe yang galak he he he...^_^
segokepel wrote on Apr 17, '07
kayanya kalo kita lebih galak, banyak yang ngeper ya polisi, apalagi yang cuma 2-3 orang nyetopnya. makin rame makin menang kita, gyahahhaha
ratnaz wrote on Apr 17, '07
kayanya kalo kita lebih galak, banyak yang ngeper ya polisi, apalagi yang cuma 2-3 orang nyetopnya. makin rame makin menang kita, gyahahhaha
he'eh asal galaknya cool, bukan pke otot...lagian kata pak pol, klo ngadepin cewek..susah ! he he he..
awdrey wrote on Apr 17, '07
badge SABHARA tuh maksudnya apa ya?
ratnaz wrote on Apr 17, '07, edited on Apr 17, '07
awdrey said
badge SABHARA tuh maksudnya apa ya?
yaaa...maksudnya badge yang tulisannya 'SABHARA', artinya itu untuk petugas yang tugasnya hanya jaga di Pos Polisi, bukan Polisi Lalin, kadang-kadang Polisi Sabhara suka ikut-ikutan nilang..
segokepel wrote on Apr 17, '07
sabhara = satuan bhayangkara, kaya reservenya polisi, tugasnya membantu unit lain menjalankan tugas. kerjanya lari2 tiap pagi gyahahahhaha
ratnaz wrote on Apr 17, '07, edited on Apr 17, '07
sabhara = satuan bhayangkara, kaya reservenya polisi, tugasnya membantu unit lain menjalankan tugas. kerjanya lari2 tiap pagi gyahahahhaha
eh t'nyata ada yang lebih tau whe he he..., thank's yaa..^_^
segokepel wrote on Apr 17, '07
gyahahha, ur welcome

gw sebel polisi, tapi saudara banyak yang jadi polisi, duh. kayanya emang salah satu pekerjaan yang menjanjikan, sampai dibelain ngutang buat masuk
ratnaz wrote on Apr 18, '07
gw sebel polisi, tapi saudara banyak yang jadi polisi, duh. kayanya emang salah satu pekerjaan yang menjanjikan, sampai dibelain ngutang buat masuk
tapi terus terang guwe kadang suka kasian ngliat pak pol yang keujanan masih di tengah jalan, ngatur jalanan....ato yang digebukkin massa.., apa lagi yang masuknya ampe ngutang segala...jadi keinget ama anak-anak IPDN yang di siksa2, sbenernya knapa ampe pada nekat bener sih ?!.....
naninu wrote on Apr 18, '07
nice posting , infonya lumayan buat gue yang baru belajar turun ke jalan. thanks ya...
segokepel wrote on Apr 19, '07
well, polisis juga cukup susah hidupnya, kecuali yang pangkat rada tinggi, yang baru gajinya jauh dari cukup, paling diatas umr dikit, padahal segalanya di itung dengan uang, jadi mau ga mau mereka harus ikutan membusuk di lembaga itu. gw ga suka polisi karena mereka sucks, tapi gw ga bisa mungkir kalo itu karena tuntutan sekitar.

let just be fair, kalo sekitar kita gila, kita yang waras kan malah di anggap gila toh?
ratnaz wrote on Apr 19, '07
let just be fair, kalo sekitar kita gila, kita yang waras kan malah di anggap gila toh?
hwa ha ha....guwe setujuh ama elo..., kata-kata lo pas bangeet..^_^
xemochenx wrote on Apr 22, '07
iya memang seharusnya kita melakukan apa seperti yang kamu bilang,tapi prakteknya dilapangan akan sangat berbeda,karena beberapa alasan antara lain seseorang malas meluangkan waktu ke kantor polisi atau ke PN karena banyaknya kesibukan,kedua sebagian orang malas berurusan dengan polisi berlama-lama dikarena kan sebagian sikap polisi cenderung mencari keuntungan,dan mungkin masih banyak yang lain,
semoga semakin banyak orang yang memperhatikan hal ini seperti kamu....karena saya juga sering memperhatikan polisi sedang menilang orang yang kadang orang tersebut dalam kesulitan seperti mau kerumah sakit yang karena tergesa2 tidak sempat memperhitungkan kelengkapan kendaraan.
ratnaz wrote on Apr 22, '07
iya memang seharusnya kita melakukan apa seperti yang kamu bilang,tapi prakteknya dilapangan akan sangat berbeda,
sulit memang...system di negeri ini sudah kacau balau, dan menurut cerita beberapa orang tua, hal ini terjadi dalam kurun waktu gak kurang (hanya) dua dekade saja..., dimana orang Indonesia mengalami dekadensi moral (klo gak mau di bilang erosi moral) namun karena akan selalu ada segelintir orang yang tetap berpegang teguh, 'ini' yang selalu membuat saya semangat...dan saya ingin membagi semangat itu...dan saya tahu, saya gak sendiri n' gak sia-sia, saya yakin...^_^
ratnaz wrote on Apr 23, '07
naninu said
infonya lumayan buat gue yang baru belajar turun ke jalan. thanks ya...
iya sama-sama..^_^, jangan salah lho, yang udah sering di jalan jugak blom tentu tau he he he...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help