" Maaf, rasanya lebih baik saya latihan dengan yang lain saja,
yang lebih tinggi ", reflek saya menoleh ke arah asal suara tersebut,
wheew !...ternyata anak baru latihan hari ini, kontan saya tersenyum,
teringat kisah tentang teko dan cangkir, yang pernah di ceritakan
sensei...
Begini ceritanya....
Sebenarnya teko itu akan selalu mencurahkan isinya pada cangkir, bila
isinya air putih, maka akan keluar air putih, bila diisi air teh, maka
akan keluar air teh, bila diisi kopi, maka akan keluar air kopi, tidak
mungkin terjadi selain itu, pada kondisi universal.
Teko akan menuangkan isinya pada cangkir (wadah minum lainnya) bila
diminta/ diinginkan, namun akan sulit bagi teko bila cangkir nya
ditutup/tertutup, karena tentu saja teko takkan pernah bisa mengisi
cangkir yang tertutup. Bila kondisi cangkir masih penuh isi, tentu saja
teko pun akan sia-sia saja menuangkan isinya, karena akan tumpah, yang
justru malah jadi mubadzir. Namun bagaimana bila isi cangkirnya hanya
setengah?

,
tentu saja bisa diisi, dengan ketentuan setengah isi cangkir tersebut
sama dengan apa yang akan dikeluarkan oleh teko, bila berbeda, tentu
saja seseorang takkan pernah merasakan apa rasa sejati isi teko, dan
itupun sia-sia.
Kasus lain lagi adala bila cangkir tersebut ternyata selalu
berubah-ubah posisinya hingga tidak sesuai dengan sasaran tuang teko,
entah selalu lebih tinggi ataupun berpindah-pindah, inipun akan tentu
saja menyusahkan teko untuk menuangkan isinya, karena hanya akan tumpah
berceceran kemana-mana, hingga inipun sia-sia belaka.
Lalu harus bagaimana seharusnya?

,
cara yang baik dan benar adalah bila teko mau sedikit merunduk untuk
menuangkan isinya pada cangkir, dan cangkir mau meneguhkan posisi dan
sikapnya untuk menerima isi teko, dan tentu saja untuk lebih memudahkan
teko untuk menuangkan isinya cangkir juga harus ikhlas berada lebih
rendah dari teko.
Tapi ingat !!

janganlah sekali-kali cangkir mau dituangkan isi teko, bila telah tahu, bahwa isi teko hanyalah air kotor yang tak bermanfaat.
Bgtu ceritanya..
Nah kamu sekarang jadi teko atau cangkir?, coba deh bersikap lebih proper lagih he he he...any comment?!?